Kirab Budaya Cap Goh Meh 2013 dibuka Walikota Bandung

(SEPUTARJABAR.COM, BANDUNG) Walikota Bandung Dada Rosada buka acara Kirab Budaya Cap Goh Meh 2013, dengan naik delman Dada pimpin arak-arakan pawai, acara dimulai sejak siang pukul 15.00 Wib ini mengambil rute pawai Jalan Cibadak-Jenderal Soedirman-Pasir Kaliki dan masuk ke dalam pertokoan Paskal Hyper Square, kemudian keluar lewat belakang menuju Jalan Gardu Jati dan kembali ke Jalan Cibadak.

Pawai yang terdiri dari arak-arakan 70 Joli, Barongsai, Liong, sampai tokoh wawayangan sunda juga terlihat memeriahkan acara.

Ada yang unik dalam acara ini yaitu Joli sebuah replika kendaraan untuk mengarak dewa, joli berbahan dasar kayu merah dengan ornament ukiran, memiliki makna tersendiri bagi pengaraknya, dengan berat variatif mulai dari 200 – 400 kilogram ini tidak membuat orang- orang yang menandunya kecapaian, dengan bergantian  mereka tetap semangat dengan diiringi tabuhan musik tradisional tonghoa.

Panitia penyelenggara juga berharap dalam perayaan kali ini akan semakin mempererat tali persaudaraan bagi seluruh masyarakat nusantara “Semoga dengan semangat Pluralisme, acara ini dapat meningkatkan rasa persaudaraan bagi seluruh masyarakat Bandung, Jawa Barat dan nusantara” jelas Andreas Sutanto kepada wartawan di Vihara Dharma Ramsi, Jalan Cibadak, Bandung, Sabtu (2/3/2013) malam.

Antusiasme peserta selalu naik setiap tahunnya, pada tahun pertama Kirab Budaya hanya 30 peserta yang mengikuti acara, di tahun ketiga pelaksanaan saat ini sekitar ribuan peserta  dari setiap daerah turut memeriahkan acara pesta rakyat ini.

“Tahun pertama masih 30 orang peserta, sekarang lebih banyak lagi. Acara juga berjalan baik tidak ada laporan insiden kecelakaan atau lainnya, hanya sedikit macet saja” terang Indra Kusnadi Ketua Pelaksana Cap Goh Meh 2013.

Pihaknya juga berterima kasih kepada masyarakat Kota Bandung atas partisipasinya dalam membantu terlaksananya penyelenggaraan kirab budaya kali ini.

“Kami berterima kasih kepada warga masyarakat Kota Bandung yang jalannya terganggu atau macet, dan  partisipasinya sehingga acara ini dapat berjalan dengan lancar, Wayahna jalan macet kalau acara ingin rame” sambung Indra lagi.

Muhtadin pengendara yang melintas di Jalan Jenderal Soedirman walau harus bemacet-macet tetap merasa terhibur dengan pawai kirab budaya “Acaranya bagus mantap, sedikit macet tapi wajar, nyaman, saya sama keluarga terhibur”.

Dalam penyelenggara kirab ini terbilang aman dan terkendali, tidak ada laporan terkait gangguan keamanan “Untuk segi keamanan dan ketertiban relative aman terkendali, masyarakat pun cukup mengerti dengan adanya kirab budaya ini, hanya di beberapa titik laju kendaraan sedikit tersendat “ jelas AKP Iis petugas Satlantas yang memantau di Jalan Jenderal Soedirman.

Pawai kirab budaya diakhiri dengan mengarak Joli yang membawa para Dewa untuk kembali ke dalam vihara, setelah itu acara ditutup dengan sembahyang sebagai wujud rasa terima kasih kepada sang pencipta.(Don)

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: