Banjir di Bekasi Lebih Parah DIbanding Daerah Lain di JJabar

(SJO, BEKASI) – Sampai Senin (13/1) malam, banjir di Bekasi masih belum surut. Ribuan warga korban banjir dari dari tujuh desa dan dua kelurahan di Kecamatan Babelan masih bertahan di sejumlah lokasi pengungsian.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Senin mendatangi lokasi banjir di Kota Bekasi guna memastikan pelayanan terhadap korban berjalan dengan baik.

“Kami ingin memastikan jika semua terlayani dengan baik, dan proses evakuasi juga berjalan dengan baik,” katanya usai meninjau korban banjir di Perumahan Nasio, Jatiasih.

Heryawan bersama dengan Wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu mendatangi sejumlah rumah warga yang terkena dampak banjir luapan Kali Bekasi.

Kehadiran mereka sempat membuat kaget dan penasaran warga setempat. Mereka memanfaatkan momentum itu untuk meminta bantuan pemerintah mengentaskan permasalahan banjir di kawasannya.

Heryawan pun menuju ke lokasi dapur umum yang dibangun Dinas Sosial Kota Bekasi di bagian depan perumahan untuk mengecek ketersediaan obat-obatan bagi pengungsi.

Dalam kesempatan tersebut Heryawan juga memantau kesiapan Forum Taruna Siaga Bencana (Tagana) setempat dalam melakukan evakuasi korban.

Heryawan mengatakan, solusi terhadap persoalan banjir di Jawa Barat harus dilakukan secara jangka panjang yang harus dimulai penanganannya pada bagian hulu. “Kita harus berpikir solusi jangka panjang. Penghijauan di hulu sungai dan pelebaran sungai,” katanya

Di Kota Bekasi, banjir melanda pemukiman tak kalah banyaknya dengan wilyah Kabupaten Bekasi. Badan Nasional Penganggulangan Bencana (BNPB) Jawa Barat mencatat banjir di Kota Bekasi terparah dibandingkan wilayah Jawa Barat lainnya.

’’Kota Bekasi paling parah dibandingkan Kabupaten Bandung, Kabupaten Bekasi, Karawang, Bogor, dan Depok,’’ ujar R Haryadi, ketua BNPB Jabar.

Haryadi mengungkapkan, BNPB Jabar sangat menyayangkan tidak adanya BNPB wilayah di Kota Bekasi. Sebab dengan tidak adanya BNPB di Kota Bekasi maka akan menghambat distribusi bantuan yang diserahkan dari BNPB Provinsi.

Dalam memberikan perhatian kepada bencana banjir di Kota Bekasi, lanjut Haryadi, Pemprov Jabar telah menggelontorkan bantuan berupa 4.000 bungkus mi instan, 400 paket lauk pauk, daster, sarung, kaos kerah, kain batik, selimut, seragam SD masing-masing 100 buah, 40 tenda gulung, dan 40 matras gulung dengan nilai Rp55.691.900.

Selain itu bantuan yang dianggarkan dari APBD adalah minyak goreng 480 paket, kornet 100 paket, air mineral lima dus, pembalut wanita 100 pack, senilai Rp3.475.143. ’’Kalau ditotal sekitar Rp59.167.043 yang digelontorkan oleh Pemprov Jabar untuk hari ini (kemarin) saja,” sambung Haryadi.

Sementara itu, Ketua Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kota Bekasi, Engkus Kustara, menambahkan, bantuan dari Pemkot Bekasi berupa 3.000 mi instan, makanan siap saji, family kit atau kebutuhan bayi, kebutuhan lansia, 1.500 kaos dewasa , 150 paket lauk pauk, dan 500 dus air mineral telah didistribusikan ke 18 titik banjir. (tim)

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: