Kapolres Purwakarta Tegaskan Tidak Ada Santri Yang Meninggal Karena Narkoba di Wilayah Hukum Polres Purwakarta

PURWAKARTA – Kapolres Purwakarta menegaskan tidak ada santri yang berasal dari pesantren di Kabupaten Purwakarta diduga meninggal dunia akibat penyalahgunaan narkoba.

“Kejadian santri yang meninggal dunia diduga akibat penyalahgunaan narkoba bukan terjadi di wilayah hukum Kabupaten Purwakarta, kata Kapolres Purwakarta, AKBP Indra Setiawan kepada awak media, Senin (2/3).

Namun demikian, Polres Purwakarta mengambil langkah-langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak terjadi di wilayah hukumnya.

“Yang pertama kami memberikan himbauan agar seluruh pimpinan pondok pesantren dan para kepala sekolah di Kabupaten Purwakarta lebih waspada agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan berkaitan dengan penyalahgunaan narkoba melalui sosialisasi,” ujarnya.

Kemudian, pihaknya juga telah berkoordinasi dan bersinergi dengan para pimpinan pondok pesantren, MUI, Kemenag dan Pemkab Purwakarta untuk melakukan upaya-upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba.

Selain itu, dalam kurun waktu setahun belakangan ini jajarannya telah melakukan 120 kali sosialisasi P4GN pada sejumlah sekolah, desa, intansi, kelompok masyarakat dan pesantren.

AKBP Indra juga mengatakan, antisipasi berikutnya pada wilayah penindakan kepada siapa saja yang melakukan penyalahgunaan narkoba di wilayah hukum Purwakarta.

“Juga kami tegaskan, dalam seluruh penindakan penyalahgunaan narkoba yang terjadi di wilayah hukum Purwakarta. Jajarannya tidak menemukan penyalahgunaan kasus narkoba dikalangan pesantren baik sebagai pengguna, pengedar maupun bandar,” ujarnya.

Untuk tahun ini, bersama pemerintah daerah, jajarannya akan terus meningkatkan lagi upaya untuk mencegah perdaran narkoba diwilayah hukum Purwakarta.

“Upaya pencegahan melalui sosialisasi P4GN dan penindakan terhadap para pelaku lahgun narkoba akan terus ditingkatkan,” demikian Kapolres. (DeR)

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: