Indonesia Air Buka Rute Penerbangan Bandung-Padang

(SJO, BANDUNG) – Indonesia Air perluas rute dengan membuka jalur penerbangan Bandung-Padang, dengan jadwal pemberangkatan dari Bandung pada pukul 06.00 WIB, menggunakan pesawa jenis Airbus 320.

Menurut MR Coordinator/Distrik Manager Indonesia Air Haryo Sasongko SE mengatakan, rute baru ini telah mulai dibuka sejak 16 April 2013. Untuk rute baru ini Indonesia Air menawarkan tiket promo selama seminggu dengan harga tiket Rp344 ribu.

Dipilihnya Kota Bandung sebagai rute penerbangan, karena Kota Bandung juga dikenal dengan wisata sejarahnya dengan hadirnya sejumlah besar bangunan lama berarsitektur peninggalan Belanda, di antaranya Gedung Sate dan Gedung Pakuan.

Dengan daya tarik yang dimiliki Bandung, sebagai kota sejarah, pendidikan, wisata dan perdagangan, tentu saja diharapkan dapat menarik minat masyarakat Sumbar untuk dapat berjunjung ke sana. Begitu juga sebaliknya. Dengan hadirnya rute penerbangan Bandung-Padang, Haryo berharap juga dapat menarik minat masyarakat Bandung untuk dapat berkunjung ke Sumbar. Apalagi, Sumbar memiliki daya tarik dengan sisi yang berbeda dengan Kota Bandung.

Station Manager Padang Indonesia Air Trisno Tri Harjani SE mengatakan, Indonesia Air menggunakan satu pesawat Airbus 320 untuk penerbangan Padang-Bandung. Tahun 2013 ini, secara keseluruhan Indonesia Air memiliki empat armada Airbus 320 untuk beberapa rute penerbangan, yakni Bandung-Palembang-Medan. 

Direktur Keuangan Indonesia Air, Trisilo Ari S menambahkan, saat ini maskapai memiliki empat unit DC 155 helikopter, satu unit Airbus, ATR 42-500 sebanyak dua unit, ATR 42-300 satu unit dan Foker 50 sebanyak dua unit. “Dalam waktu dekat akan menambahkan dua Airbus, dan satu unit ATR 72-500 1 unit,” katanya.

Rute penerbangan Indonesia Air berbasis di Bandung, dengan rute Bandung-Padang, Bandung-Palembang, Bandung-Pekanbaru, serta menargetkan tahun depan dengan menambah rute Bandung-Makassar, Bandung-Denpasar, dan Bandung-Balikpapan.

“Kita pesawat satu-satunya penerbangan yang terbang dari Bandung-Pandang, sekitar 70 persen growht,” kata Trsisilo. (R22)

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: