JAR Travel, Perjalanan Low Cost Bisa Jadi Pilihan

(SEPUTARJABAR.COM, BANDUNG) Ditengah geliat Industri Travel sebagai penyumbang 23% dari perkembangan Ekonomi dunia, sebuah komunitas traveling yang berbasis di Bandung membentuk sebuah perusahaan traveling yakni PT.JAR Nusantara.

Melihat potensi pasar traveling di indonesia “JAR TRAVEL” hadir sebagai jasa perjalanan dengan ragam pilihan, meski baru didirikan Desember 2012 lalu oleh Herry Ginanjar.

Hery optimis melalui strategi membership yang dapat dipilih berdasarkan kebutuhan konsumen yang berlaku seumur hidup, JAR Travel mampu menggaet pangsa pasar. Dalam jumpa pers yang digelar di Roger’s Cafe, Jalan Ir H Djuanda, Jumat (8/2/2013).

Dahulu Traveling merupakan sebuah kemewahan, sekarang menjadi sebuah kebutuhan. Juga didukung berkembangnya low cost airline di indonesia sehingga mampu mendongkrak angka wisatawan nusantara sebesar 3% dari 238 juta pada 2011 menjadi 245 juta pada 2012. Dalam pers release Ginanjar kepada wartawan.

Lima jenis membership yang terbagi menjadi beberapa pilihan ditawarkan perusahaan jasa perjalanan ini kepada tiap anggotanya

“ Kami menawarkan membership mulai dengan harga satu juta rupiah. Khusus masa promosi ini, terhitung sejak launching 8 Februari, pendaftaran member personal akan mendapatkan discount sebesar 20% untuk 100 orang pertama, sedangkan diskon bagi member family sebesa 10% untuk 50 orang pertama” kata Martin M Parasian S.Si MBA yang juga CEO di JAR Travel.

Member akan menerima voucher berupa voucher entertainment dan lifestyle. Seperti merchant di kartu kredit, buy 1 get 1 dan giveaway.

“Tidak ada timbal balik member kepada JAR. MEMBER JAR tidak harus memberikan apa-apa. Justeru JAR yang akan memberikan benefit kepada member, tour murah dan voucher dari partner, we’re not marking up, but marking down, traveler dapat menikmati perjalanan selama 3 hari 2 malam di bangkok   hanya dengan merogoh kocek sebesar 300 ribu, sehingga siapapun dapat jalan jalan ke luar negeri” jelas Komisaris Utama PT JAR Nusantara Herry Ginanjar.(Sayah Andi)

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: