Konser Tunggal Nining Meida Sukses

BANDUNG–Prestasi tertinggi musisi tradisional Sunda berhasil ditorehkan oleh Nining Meida setelah gelaran bertajuk “Konser Tunggal Nining Meida” sukses diselenggarakan di Sasana Budaya Ganesha, Jln. Tamansari, Kota Bandung, Minggu (21/10/12) malam. Bukan hanya menandai penyanyi pop Sunda pertama yang mampu menghadirkan konser tunggal, penampilan Nining yang fenomenal dengan dukungan sejumlah musisi lainnya mampu memuaskan para pencinta musik Sunda.

Hits “Kalangkang” ciptaan Nano S yang meledak sejak dikenalkan Nining pada tahun 1986 langsung dibawakan begitu penyanyi yang telah mencetak lebih dari 100 keping album ini memasuki pentas. Diiringi oleh para penari dari Kampiun n String Dancer, tembang lawas yang tak lekang oleh jaman itu dibawakan Nining berkolaborasi dengan Sundanis. Seni Sunda kontemporer yang ditawarkan dengan gaya rap oleh dua personel Sundanis, Ruddi dan Fody, serta permainan disc jockey (DJ) dari DJ May membalut serasi vokal Nining yang ditopang oleh musikalisasi megah berkat perpaduan Kampiun B’Band pimpinan Bah Odoy dan Bah Laling, serta Galengan Sora Awi (celempung dan karinding) dan Orkes Simfoni UPI.

Kemeriahan di atas panggung membuat suasana langsung semarak. Dari 3.000 tiket yang disebar secara gratis, penonton yang menghadiri konser diprediksi melebihi jumlah tersebut. Saking meluber, banyak penonton yang berdiri dan duduk di sekitar panggung. Pada saat tembang “Kalangkang” dibawakan, sejumlah penonton bahkan tidak segan untuk berjoget dan berdendang di bibir panggung. Nining yang terlihat anggun dengan kebaya putih yang dikenakannya melanjutkan aksi dengan lagu “Sesah Hilapna”. Salam sampurasun kemudian disampaikan Nining sebelum menyanyikan tembang “Tibelat”.

Sebagai pembawa acara, Kusye dan Benny Syafaat memberi hiburan yang lain bagi penonton. Duo kelompok New d’Bodor itu melemparkan guyonan kepada para penonton ketika sesi pertama penampilan Nining berakhir. Gubernur Ahmad Heryawan beserta isteri Netty Heryawan yang menghadiri konser diundang oleh Kusye dan Benny ke atas panggung untuk memberikan sambutan. Seusai memberi sambutan, mereka berdua berhasil dibujuk menembangkan “Sorban Palid”. Sementara Nining beristirahat, Neneng Fitri menyuguhkan lagu “Es Lilin” dan “Potret Manehna” kepada para penonton.

Sesi kedua dimulai Nining dengan nomor “Hariring Kuring”. Berturut-turut Nining selanjutnya menyajikan “Talaga Reumis”, “Asih Urang”, dan “Sorban Palid”. Berikutnya, Galengan Sora Awi menyuguhkan lagu “Kapengpeongan” secara instrumental. Rya Fitria giliran beraksi dengan membawakan “Alim Patebih” dan “Fatamorgana”. Penampilan apik dari Rya beroleh sambutan meriah dari penonton.

Di samping Neneng Fitri dan Rya Fitria, junior Nining lainnya, Rita Tila turut menjadi petampil. Rita berhasil memukau para penonton dengan suguhan lagu “Bagja Jeung Cinta” dan “Hanjakal. Secara keseluruhan, terdapat 24 lagu yang merekam jejak popularitas karier Nining dipersembahkan pada malam tersebut. Termasuk di antaranya lagu “Anjeun”, “Tong Asa-asa”, “Rayak rayak”, dan buah karya Dose Hudaya berjudul “Kangen Nu Kapungkur”.

Pada kesempatan yang dihadiri juga oleh Setda Kota Bandung Edi Siswandi, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jawa Barat Nunung Sobari, Kepala Disbudpar Kota Bandung Herry M Djauhari, dan Direktur Utama Pikiran Rakyat Joko Hendrarto itu, Nining juga memberikan penghargaan ke sejumlah musisi yang dianggap berjasa terhadap perjalanan kariernya. Mereka ialah Yan Achiemsha, Nano S. (Alm), Ujang Suryana (Alm), Abah Odoy, Doel Sumbang, Dodi BR, Yossi Wijaya, Kampiun b’Band, Whisnu Record, dan TVRI Bandung. (pro)

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: