KPK Tetapkan Menag Suryadharma Ali Tersangka Kasus Korupsi Haji

(SJO, JAKARTA) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Menteri Agama Suryadharma Ali sebagai tersangka kasus dugaan korupsi terkait penyelenggaraan haji di Kementerian Agama tahun anggaran 2012-2013.

Penetapan status tersangka Suryadharma Ali ini disampaikan Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas.

“Sudah naik penyidikan dengan SDA (Suryadharma Ali) dkk sebagai tersangka,” kata Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas, Kamis (22/5/14).

Sejak Januari 2014, KPK mulai menyelidiki dugaan penyelewengan penyelenggaraan haji, termasuk pengadaan pemondokan haji dan katering. Penyelidikan dilakukan setelah Komisi Antirasuah menerima laporan dan informasi ihwal kejanggalan penggunaan dana haji. Pada musim haji 2013, KPK mengirim tim pemantau ke Madinah, Arab Saudi, untuk mengumpulkan bahan dan keterangan.

Laporan kejanggalan pengelolaan dana haji di Kementerian Agama periode 2012-2013 juga pernah didapat KPK dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan. Data ini melengkapi laporan transaksi mencurigakan hingga Rp 230 miliar untuk pengelolaan haji selama 2004-2012. Selama delapan tahun itu penyelenggara haji mengelola dana Rp 80 triliun dengan imbal hasil Rp 2,3 triliun per tahun. PPATK menemukan sebagian dana haji mengalir ke rekening pribadi pegawai Kementerian Agama.

Suryadharma Ali sebelum dijadikan tersangka oleh KPK sudah pernah dimintai keterangan pada Selasa, 6 Mei 2014. Dia diperiksa selama 11 jam. Usai diperiksa, ia mengaku bingung dengan kasus yang membelitnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto pernah menyebut KPK punya tiga fokus dalam penyelidikan dugaan korupsi haji.

“Pertama berkaitan dengan biaya perjalanan ibadah haji, dana haji. Kedua, berkaitan dengan soal komodasi pengadaan, dan ketiga berkaitan dengan orang-orang yang dapat fasilitas-fasilitas untuk pergi ke sana,” kata Bambang, Rabu (19/3/2014) lalu.

Bambang mengklaim bakal melacak soal dana haji pada tiga hal yang disorot tersebut. KPK, kata Bambang, bukan mengembangkan kasus tapi fokus pada tiga hal itu. (tim)

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: