Polrestabes Bandung Ungkap Kasus Perjalanan Dinas Fiktif

(SJO, BANDUJNG) – Polrestabes Bandung menuntaskan satu kasus dugaan korupsi sepanjang 2013. Kasus diungkap soal kasus korupsi surat perintah perjalanan dinas fiktif senilai Rp 536 juta anggaran tahun 2011 di Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Pemprov Jabar. Perkara dinyatakan sudah P21 atau berkas lengkap ini menyeret salah satu pejabat PSDA Pemprov Jabar berinisial MS.

“Penyelidikan kasus dugaan korupsi ini dilakukan sejak Januari 2013 lalu,” kata Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP Trunoyudho Wisnu Andikho kepada wartawan di Mapolrestabes Bandung, Senin (30/12/2013).

Menurut Truno, proses panjang penyelidikan perkara tersebut lantaran pihaknya perlu mengumpulkan alat bukti serta memilah secara teliti indikasi adanya tindak pidana. Selain itu, sambung dia, dalam perkara dugaan korupsi ini perlu melibatkan instansi lain terutama menghitung jumlah kerugian negara.

Setelah alat bukti sudah terkumpul, pihak penyidik kepolisian menggelar ekpose bersama Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk mengaudit anggaran yang disinyalir ditilap. Truno melanjutkan, pihaknya mengeluarkan surat penyidikan guna mengusut kasus tersebut setelah muncul angka kerugian negara dari BPKP.

Singkatnya, kasus dugaan korupsi di tubuh PSDA Pemprov Jabar terus bergulir sesuai prosedur aturan hukum berlaku. “Sudah ditetapkan satu orang tersangka berinisial MS. Saat ini berkasnya sudah P21 dari kejaksaan,” ujar Truno.

Informasi dihimpun, MS saat itu menjabat sebagai Kasubag Umum Dinas PSDA Pemprov Jabar. “Tersangka tidak ditahan karena berbagai pertimbangan. Tapi kami sudah berkoordinasi dengan Inspektorat Pemprov Jabar terkait perkara ini,” papar Truno.

Truno menambahkan, berkas perkara sudah dilimpahkan ke Kejari Bandung.  Kabar baiknya, kasus dugaan korupsi ini dinyatakan P21 atau lengkap. Rencananya, tahap kedua berupa penyerahan tersangkan dan barang bukti dilaksanakan awal Januari 2014 mendatang. “Meski sudah menetapkan satu tersangka, penyiduk terus mendalami kasus ini,” jelas Truno.(w22)

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: