RAHIMA Seminarkan Kekerasan Terhadap Perempuan

(SJO, BANDUNG) – RAHIMA akan menyelenggarakan seminar nasional “Peran Ulama dalam
Penghapusan Kekerasan Terhadap Perempuan”, Senin 27 Januari 2014, di Imperium International Hotel, Jl Dr Rum 30-32, Bandung.

Masalah pentingnya peran ulama dalam upaya penghapusan kekerasan terhadap perempuan akan dibahas dalam tiga perspektif berbeda oleh tiga pembicara utama. Mereka adalah Dr Thamrin Amal Tomagola (Sosiolog UI), Dr Abdul Moqsith Gozali (Pemerhati Kajian Islam dan Dosen Paramadina), dan Yuniati Chuzaifah MA (Ketua Komnas Perempuan).

Selain tiga pembicara utama tersebut, masih ada enam pembicara dari para alumni pelatihan RAHIMA dari berbagai daerah seperti Cirebon, Garut, Ciamis, dan Jepara. Mereka akan bertutur seputar pengalamannya
terkait upaya penghapusan kekerasan dalam berbagai kerja, mulai pendidikan, pesantren, pemberdayaan ekonomi, hingga pengorganisasian masyarakat untuk menanggulangi korban kekerasan terhadap perempuan.

Sister in Danger

Dalam seminar ini, band SIMPONI bakal tampil membawakan lagu ‘Sister in Danger’ sebagai pembuka acara seminar. ‘Sister in Danger’ adalah sebuah lagu yang didedasikan untuk para korban kekerasan seksual, para survivor, pendamping korban di Indonesia dan di dunia. Selain lagu “Sister in Danger,” SIMPONI juga akan membawakan lagu terbarunya, “PeREMpuan,” dan juga lagu-lagu lainnya.

Seminar terbuka ini bakal dihadiri oleh 130 undangan dari berbagai unsur yang berasal dari berbagai daerah. Antara lain, kalangan pesantren, ormas, dan lain-lain. Selain itu, acara ini bakal dihadiri
oleh para alumni pelatihan RAHIMA dari berbagai daerah seperti Jakarta, Ciamis, Kuningan, Majalengka, Cirebon, Tasikmalaya, Bandung, Subang, Indramayu, Cianjur, Karawang, dan sebagian kota di Jawa
Tengah.

Seminar ini diselenggarakan oleh RAHIMA, sebuah LSM Pusat Pendidikan dan Informasi tentang Islam dan Hak-hak Perempuan’ yang fokus pada pemberdayaan perempuan dalam perpektif Islam. Rahima didirikan untuk merespon kebutuhan informasi mengenai gender dan Islam. Rahima berdiri pada  tanggal 5 Agustus 2000. Lembaga ini memulai aktivitasnya pada bulan  Pebruari 2001. Di antara kegiatan utamanya adalah melakukan pengkaderan ulama dan tokoh agama di berbagai pesantren dan tempat di pulau Jawa dan Madura. (rls)

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: