PKL Sektor Blok D Gasibu Protes, Lahannya Sepi Dan Tidak Strategis

(SJO, BANDUNG) Sebanyak 31 PKL (Pedagang Kaki Lima) sektor Blok D gasibu protes lahannya sepi dan kurang strategis.  Para pedagang yang melakukan protes ini yaitu pedagang dari deret 51D – 82D, mereka protes lahannya tidak strategis karena merupakan jalan mati dan diujung terhalang tembok serta di depannya terhalang rumput.

Selain terhalang rumput, PKL sektor blok D juga merasa terganggu oleh pedagang yang tidak mengikuti verifikasi juga tidak memiliki kartu untuk dapat berjualan, sedangkan lahan tetap sama di gasibu. Para pedagang juga menjelaskan bahwa seharusnya, sesuai dalam denah yang dijelaskan kepada para pedagang kemarin,  di area yang terdapat rumput tidak ada yang boleh berjualan namun nyatanya tetap ada PKL liar tanpa kartu.

Syahril pedagang yang telah memiliki kartu mengatakan, “Disini lahannya mati, sepi. Dari tadi gak ada yang lewat. Padahal sewaktu saya berjualan di diponegoro, kalo jam 9 gini mungkin 500 ribu saya sudah dapat. Sekarang malah belum dapat sama sekali” dirinya mengaku sudah sejak pukul 3 pagi berjualan disitu, sebelum mengikuti verifikasi, Syahril biasa berjualan di jalan diponegoro sejak Tahun 1997.

Para pedagang menjelaskan bahwa mereka berusaha mengikuti aturan pemerintah daerah, sesuai perjanjian awal dalam ikrar PKL “Jika pedagang tidak bisa diatur, tidak ada yang boleeh berjualan di Gasibu lagi” Namun, mereka merasa pemerintah tidak adil dalam pembagian sektor ini.

Mereka juga mengeluh jika tidak adil begini ,mereka akan memaksa pindah lagi ke tempat semula berjualan.

Arif pedagang tanpa kartu tetap berjualan di area rumput (Sedangkan dalam denah, area itu tidak diperbolehkan berjualan-Red) membenarkan, bahwa sederetan pedagang di deretan tersebut tidak mempunyai kartu. “ Kita ga dapat kartu, padahal sudah lama jualan disini eh yang baru malah sudah dapat, tapikan kemaren pak zen dari TNI bilang untuk hari ini berjualan saja seperti biasa” terang Arif yang mengaku sudah 1 tahun berjualan di Gasibu.

Dandim 0618/BS Letkol Inf Rudy Ramdhani, mengatakan “Nantinya akan diadakan panggung atau pusat keramaian di area situ agar keramaian berpusat ke area yang sepi. Namun teknis dan lain-lainnya masih akan dirapatkan dengan Pemkot” ujarnya.

Dandim juga mengatakan “Walikota Bandung sudah mengetahui akan hal ini, namun semuanya masih akan dirapatkan dan dibicarakan terlebih dahulu” sambungnya kepada SJO di Monumen Juang, Minggu (11/05/2014) pagi.

Kemarin ribuan Pedagang Kaki Lima Gasibu mengambil pengundian nomor stand di Monumen Perjuangan Bandung. Pengambilan kartu ini sebagai identitas untuk bisa berjualan di area Monju, kartu identitas itu juga sdigunakan untuk penempatan pedagang pada lahan yang telah ditentukan. Lahan yang tersedia ada 2500 lahan, sedangkan pedagang yang terdaftar mencapai 3200 pedagang.

Rencananya juga Kodim akan memaksimalkan lahan yang ada “Sisa pedagang yang tidak kebagian lahan, TNI akan kerjasama dengan pihak terkait untuk memaksimalkan lagi lahan karena kalau dialokasikan ke tempat lain pedagangnya tidak mau” ujar Dandim.

Ia juga menjelaskan penzonasian ini dibagi dalam 8 sektor. Dari sektor A-H. sector A dimulai dari depan Kantor Telkom.  Dalam satu sektor ini  terdiri dari beberapa deret, misalnya satu deretan diisi baju satu lagi aksesoris. Jadi, dalam satu sektor  ada bermacam-macam yang berjualan.(Viorizza)

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: