Ancaman Kadis Cipta Karya Dikecam..!!

“Saya baru dua bulan di Cipta Karya, disalah-salahkan terus. Sebetulnya salah apa saya ini? Atau nyawa kamu ingin hilang? Saya tanya redaksi ingin apa,” Dedi Ahdiat.

(SJO, KARAWANG) – Dugaan ancaman terhadap wartawan kembali terjadi di Karawang. Kali ini, ancaman akan menghilangkan nyawa seseorang, dilakukan oleh Kepala Dinas Cipta Karya Karawang, Dedi Ahdiat kepada wartawan Fakta Karawang bernama Rosman. Ia menyerukan nada berintonasi ancaman saat menyampaikan klarifikasinya terkait pemberitaan Harian Fakta Karawang terbitan Rabu (8/1), yang berjudul “Faktanya… Banyak Proyek Molor”
.
Dalam klarifikasi yang disampaikan via telepon, Rabu (8/1) pukul 14:10 itu, Kepala DCK mengancam akan menghilangkan nyawa wartawan yang menulis berita tersebut. “Saya baru dua bulan di Cipta Karya, disalah-salahkan terus. Sebetulnya salah apa saya ini? Atau nyawa kamu ingin hilang? Saya tanya redaksi ingin apa,” ungkap Dedi dengan Bahasa Sunda dan bernada emosi. Mendengar pernyataan tersebut, wartawan pun menjawab pasrah. “Saya mah pasrah saja, Pak Haji,” jawab wartawan. “Bener pasrah?,” tanya Kadis lagi. “Bener.. Pak Haji,” jawab wartawan lagi.

Adapun keterangan lainnya yang disampaikan Kadis Cipta Karya tersebut, yakni meminta wartawan membuat surat pernyataan jika DCK tidak akan membangun, karena dianggap salah terus oleh media. “Sekarang kita bikin surat pernyataan saja, bapak tidak akan ngebangun karena disalah-salahkan terus. Saya melakukan pembangunan untuk kebaikan Karawang. Jika dinilai salah terus, mendingan tidak membangun saja. Di mata media salah terus, tidak ada benarnya. Sok letak kesalahannya dimana, saya tanya?,” beber Dedi dengan intonasi tinggi.

Kontan, pernyataan kurang terpuji itu, mendapatkan kecaman dari berbagai pihak, karena pejabat tersebut dianggap tidak bisa mengendalikan emosinya. Seharusnya, seorang pejabat bisa menjaga etika dan emosinya dalam kondisi apapun, termasuk saat memberikan pernyataan kepada wartawan. Kecaman pertama datang dari Ketua Pemuda Nusantara (P’Na), Gabriel Alexander Etwiorry, Kamis (9/1).

“Siapapun yang mengganggu teman-teman wartawan, khususnya Wartawan Fakta, akan berhadapan dengan saya. Kasus ancaman terhadap wartawan ini, harus diusut tuntas. Kalau perlu, kami dan jajaran kami akan mendemo Kantor Dinas Cipta Karya,” katanya.

Kritikan senada juga disampaikan Pengamat Hukum Karawang, Asep Agustian. Menurut dia, pernyataan Kepala DCK itu berbau ancaman menghilangkan nyawa seseorang dan bisa dipidanakan. “Dia itu seorang kepala dinas atau bukan? Yang namanya media itukan social control. Kalau memang tidak suka dengan pemberitaan media, tinggal minta hak jawab. Jadi tidak perlu mengancam seperti itu,” katanya saat ditemui Fakta Karawang di kantornya, Kamis (9/1).

Ia juga meminta kadis mana pun yang tidak rela dikritik, untuk mundur dari jabatannya. “Baik kepala dinas ataupun wartawan, sama-sama dilindungi Undang-undang. Seharusnya kepala dinas yang dikritik bisa membuktikan, bahwa apa yang telah dituduhkan oleh seorang wartawan kepadanya adalah tidak benar. Tentunya dengan cara bekerja yang benar, bukan malah jadi sok jagoan,” singgung Asep Kucir, sapaan akrabnya.

Selain itu, Ia juga menyatakan kesiapannya untuk menjadi kuasa hukum, bagi wartawan yang diancam akan dihilangkan nyawanya tersebut. “Saya sangat siap mendampingi wartawan tersebut, kalau kasusnya seperti ini. Mengancam akan menghilangkan nyawa orang lain itu adalah salah,” tegasnya.

Sedangkan Anggota LBH Jakarta, Hendra Supriyatna, menyayangkan tindakan tersebut. “Harus ada tindakan tegas dalam hal ini. Contohnya adalah pelaporan kepada pihak kepolisian atas hal tersebut. Karena dikhawatirkan ancaman itu benar-benar dilakukan oleh yang bersangkutan,” ujarnya. Ia juga meminta Bupati Karawang menindak tegas agar kecaman tersebut tidak berdampak buruk pada kinerja dinas terkait. “Pastinya hal ini akan berdampak buruk bagi dinas terkait, jika memiliki pemimpin yang tempramen dan terkesan premanisme,” ucapnya.

Ada pula pernyataan dari Forum Rakyat Karawang Bersatu (RKB), Andri Kurniawan, yang mengaku prihatin karenba kekerasan terhadap wartawan kembali terjadi. Mengingat, belum lama ini, masalah serupa juga pernah dilakukan oleh mantan Asisten II Darnawi yang berujung pada meja hijau.

“Ini merupakan suatu keprihatinan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karawang. Dan ini merupakan bentuk ketidakcerdasan serta ketidakdewasaan seorang pejabat. Apa lagi hal ini kembali dilakukan oleh pejabat selevel Eselon II atau Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang notabene sebagai pengendali atau pemegang kebijakan sebuah leading sektor,” beber Andri.

Tak lupa, ia pun kembali mengingatkan, bila ada pemberitaan yang sekiranya membuat gerah sebuah institusi atau personal pejabat tertentu, untuk menyampaikan hak jawab atau mengklarifikasinya. “Jadi tidak perlu melakukan tindakan-tindakan bodoh seperti melakukan intimidasi, apa lagi sampai mengancam akan menghilangkan naywa. Logikanya, kalau pun merasa dirinya benar seharusnya berani untuk menyampaikan hak jawab sebagai klarifikasi,” ulasnya.

Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Karawang, Deden Irwan Risadi mengatakan, terkait proyek molor di Dinas Cipta Karya Kabupaten Karawang, pihaknya akan melakukan hearing khusus. Dalam hearing tersebut, Komisi C akan mempertanyakan progress kegiatan 2013 yang harus menyebrang ke tahun 2014.

“Nanti semua bisa diketahui saat hearing, kami akan perntanyakan semuanya kepada Dinas Cipta Karya,” tuturnya. Sementara, ketika dimintai tanggapan terkait sikap Kepala Dinas Cipta Karya, Dedi Achdiat yang memberikan ancaman kepada media saat dikritisi, politisi yang akrab disapa Kang Ego ini, enggan mengomentari hal tersebut. “Kalau masalah sikap, itu sudah urusan pribadinya dia. Saya gak bisa mengomentari itu,” tandasnya.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, Kadis Cipta Karya Karawang, Dedi Ahdiat belum memberikan keterangan apapun terkait dugaan ancaman yang dilakukan kepada wartawan. Pasalnya, hingga tadi malam, saat konfirmasi dilakukan via SMS, Dedi belum membalas pertanyaan wartawan. (pio/zck/jay/fk)

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: