Danpussenif TNI AD, Mayjen TNI I Made Agra Wafat

TNI AD kehilangan salah salah satu putra terbaiknya setelah Danpussenif Kodiklat TNI AD Mayjen TNI I Made Agra Sudiantara meningal dunia, Senin (23/12) pukul 18.15 WIB.

I Made Agra meninggal dunia di Bandung setelah bermain sepak bola. Lulusan terbaik angkatan 1985 ini ditemukan meninggal di ruang ganti dalam keadaan telungkup.

Jenazah laki-laki kelahiran 26 Maret 1962 ini akan di bawah ke kampung halamannya di Klungkung, Bali. I Made Agra bersama rekan seangkatannya, Mayjen TNI Doni Monardo yang kini menjabat Danpaspampres diramalkan banyak orang sebagai the rising star angkatan 1985 TNI AD. Keduanya memiliki latar belakang yang sama dari Kopassus.

Sebelum menjadi Danpussenif Kodiklat TNI AD, Mayjen TNI I Made Agra menjabat Staf Khusus Kasad dan Kasdam XVII/Cendrawasih. Putra kelahiran Klungkung, 26 Maret 1962 itu meninggal setelah sebelumnya bermain futsal. Semalam jenazahnya masih disemayamkan di RS Santo Yusuf, Cicahem, Bandung. Rencananya jenazah Made Agra akan dipulangkan ke Bali, Selasa (24/12) hari ini.

Mayjen TNI Made Agra sejak Juli 2013 mengemban amanat sebagai Danpussenif Kodiklat TNI-AD menggantikan Mayjen TNI M. Nasir. Agra Sudiantara lulusan Akmil 1985 dari kesatuan Infanteri. Sebelum menjadi Danpussunif, ia menjabat sebagai Staf Khusus Kasad.

Beberapa jabatan penting pernah diembannya. Di antaranya Asops Kasdam Jaya, Danrindam Iskandar Muda, Danrem 173/Praja Vira Braja (2010), Pamen Denma Mabesad (2011), Waasops Kasad (2012), Kasdam XVII/Cendrawasih (2012).

Pada 17 Juni 2013, putra kedua pasangan I Nengah Kandia, S.H. dan Ni Made Sukerti asal Banjar Budaga, Klungkung ini sempat singgah di Bali Coffee 63 Denpasar. Ia diterima Pimpinan Kelompok Media Bali Post Satria Naradha. Ayah tiga anak ini sangat bersemangat ketika berbicara Pancasila, NKRI dan kerukunan antarumat. Karena itu, mantan Danrindam di Aceh dan Danrem di Biak ini sering menjadi pembicara di kampus dan institusi pendidikan lainnya.

Menurutnya, keadilan sosial akan tercapai jika nilai-nilai Pancasila itu secara hirarkis diakomodasi secara baik. Ketuhanan diapresiasi dengan ketakwaan yang tinggi, kemanusiaan secara adil diposisikan dengan benar, dalam keanekaan persatuan dikukuhkan. Segala perbedaan pemikiran menggunakan forum demokrasi dengan musyawarah dan mufakat. ”Jika semua step dan langkah itu diupayakan maka tatanan masyarakat Nusantara gemah ripah loh jinawi, tata tentram kerta raharja bisa terwujud,” ujar mantan Wakil Asisten Operasi Kasad dan juga Komandan Gultor kala itu.

Dalam kiprah di masyarakat, peraih Adimakayasa sebagai lulusan terbaik Akademi Militer 1985 dan lulusan terbaik Lemhanas ini selalu mampu berinteraksi dan bersosialisasi dengan baik. Selama kariernya, tercatat dua kali mengantarkan anak buahnya mendapatkan kenaikan pangkat luar biasa.

Made Agra sukses dalam operasi menangkap Wakil Fretelin Maohudi di Timor Timur, Operasi Mapenduma pembebasan sandera di Papua. (tim)

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: