Gafatar Usung Tema Ketahanan Pangan Sebagai Tema Rakerda II

(SJO, JAKARTA) – Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Fajar Nusantara Jawa Barat (DPK GAFATAR Jabar) menggelar Rapat Kerja Daerah II,  di Wisma Polimedia, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, pada 7-8 Januari 2014. Rakerda kali ini mengusung tema “Ketahanan Dan Kemandirian Pangan Menuju Bangsa Yang Damai Sejahtera” .

Melalui tema tersebut, Ormas yang bergerak di bidang sosial kemasyarakatan ini bermaksud mengajak seluruh bangsa Indonesia untuk sadar akan pentingnya Ketahanan dan Kemandirian Pangan bagi keberlangsungan kehidupan bangsa di masa depan. Sebab, bangsa Indonesia masih terjajah dalam segala lini, termasuk pangan.

Pada Sarasehan yang dilakukan sebelum dimulainya acara RAKERDA II DPD GAFATAR Jabar, KASITER KOREM 051 Wijayakarta, Mayor ARH. Samujiyo selaku utusan Danrem 051 Wijayakarta memberikan materi seputar Ketahanan dan Kemandirian Pangan. Mayor ARH. Samujiyo memaparkan hal-hal terkait program ketahanan damandirian pangan di Indonesia, termasuk potensi, permasalahan, hambatan dan ‘penyakit’ yang membentuk karakter ‘konsumtif’ jajaran penyelenggara negara hingga masyarakatnya. Alhasil, ketergantungan bangsa Indonesia terhadap impor komoditas pangan dari luar negeri menjadi ancaman bangsa ke depan.

Masih dalam paparan materi Sarasehan, Mayor ARH. Samujiyo menjelaskan situasi kerawanan pangan di Indonesia semakin meningkat, hal ini disebabkan beberapa hal diantaranya bertambahnya jumlah penduduk hingga akhir tahun 2013 sekitar 250 juta jiwa, konversi lahan pertanian menjadi darah industri sekitar 30.000 hingga 50.000 ha/tahun, menyempitnya lahan pertanian yang menyebabkan menurunnya produksi pangan, sedangkan kebutuhan pangan terus meningkat. Olehnya itu, untuk menyikapi kondisi saat ini, maka upaya penyediaan pangan perlu digulirkan. Penyediaan pangan tersebut dapat ditempuh melalui produksi sendiri, dengan cara mengalokasikan sumber daya alam (SDA), manajemen dan pengembangan sumber daya manusia (SDM), serta aplikasi dan penguasaan teknologi yang optimal. (rls)

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: