Selama 2013 Terjadi 88 Pelanggaran Kebebasan Beragama di Jabar

(SJO, JAKARTA) – Setara Institute mencatat, sepanjang 2013 ada 222 peristiwa pelanggaran kebebasan beragama/berkeyakinan yang tersebar di 20 provinsi di Indonesia. Setara menyebutkan peristiwa pelanggaran tersebut paling banyak terjadi di Jawa Barat, yakni 80 peristiwa.

Dari data statistik yang dimiliki Setara, kasus pelanggaran kebebasan beragama/berkeyakinan paling banyak terjadi di Bekasi sebanyak 16 peristiwa, disusul Tasikmalaya 13 peristiwa, Bandung dan Tanggerang 11 peristiwa, dan terakhir Cianjur dengan 7 peristiwa.

Wakil Direktur Setara Institute Bonar Tigor Naipospos menyebutkan ada 5 faktor yang menyebabkan suburnya peristiwa pelanggaran di provinsi yang dipimpin Gubernur Ahmad Heriyawan (Aher) itu. Faktor pertama adalah menjamurnya kelompok-kelompok yang tidak memiliki rasa toleransi beragama di Jawa Barat.

“Pertama, di Jawa Barat banyak terdapat kelompok-kelompok intoleran, terutama di daerah tingkat 2, seperti Bandung, Tasikmalaya, Cianjur, dan lainnya,” ujar Bonar di Gallery Cafe, Cikini, Jakarta Pusat (16/1/14).

Kedua, sambung Bonar, maraknya kasus pelanggaran tersebut dikarenakan jumlah penduduk Jawa Barat yang banyak, sehingga hal itu berkorelasi dengan tingginya angka pelanggaran. Ketiga, agama dan budaya agama Islam di Jawa Barat tidaklah sama dengan Islam yang berkembang di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

“Di Jawa Barat, (agama dan budaya) Islamnya lebih kental,” ujar Bonar.

Hal tersebut, jelasnya, secara tidak langsung berpengaruh terhadap cara berpikir masyarakat Jawa Barat. “Keempat, ormas-ormas Islam di Jabar itu pandangan Islamnya lebih ketat.”

Faktor kelima, lanjut dia, terpilihnya Aher sebagai gubernur untuk kedua kalinya juga menjadi salah satu faktor banyaknya pelanggaran kebebasan beragama di Jawa Barat.

“Aher dulu kan waktu kampanye menggunakan nama agama untuk mendapat dukungan. Nah, itu diikuti oleh partai lain, seperti PKS,” tambahnya.

Bonar mengungkapkan, partai politik yang mengikuti jejak Aher untuk menggalang dukungan, banyak yang melakukan pembiaran terhadap pelanggaran kebebasan beragama yang dilakukan oleh kelompok-kelompok intoleran tersebut.

“Parpol-parpol itu kan jadi mendukung tindakan kelompok-kelompok itu, biar mereka didukung juga,” pungkas Bonar. (r21)

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: