Duet Aher-Jokowi Bisa Saja Terjadi

(SJO, BANDUNG) – Meski mengaku apapun bisa terjadi di waktu mendatang, namun Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan belum serius menanggapi kemungkinan jika ia berduet dengan Jokowi pada ajang pemilihan presiden.

“Itu baru ramalan atau prediksi para tokoh,” ujar pria yang akrab disapa Aher itu, Rabu (1/1/2014).

Meski tidak tertutup kemungkinan ia berduet dengan Jokowi, kata Aher, hingga saat ini belum ada pembicaraan baik secara pribadi ataupun melalui partai tentang duet tersebut.

“Saya kira sampai saat ini belum ada komunikasi. Komunikasi dalam artian pemerintahan ada, namun komunikasi dalam arti capres belum,” jelasnya.

Ia mengaku seringnya Jokowi datang ke Bandung masih dalam hal kerja sama pemerintahan. Beberapa waktu lalu Jokowi datang ke Bandung dalam rangka memberikan kuliah umum. Jokowi juga diundang dalam acara kerja sama tiga provinsi di Horison.

Di partainya sendiri, Aher berada di posisi tiga dalam pemilihan raya (pemira) PKS. Nama Aher kalah suara dengan Hidayat Nur Wahid dan Anis Matta dalam pemilihan internal tersebut.

“Pasti mendorong ada beberapa orang untuk dibakal capreskan. Artinya posisi satu sampai lima itu tidak berlaku urutan katanya. Tapi kalau bagi partai dan kemaslahatan Indonesia mana saja yang bisa didorong di antara lima itu,” kata Aher.

Saat ini Heryawan fokus menjadi Gubernur Jawa Barat. Tapi disaat bersamaan dan mengharuskan orang nomor satu di Jabar itu maju di kancah nasional, Aher masih bersikap mengalir saja.

“Jika ada perkembangan yang mengharuskan saya terjun di tingkat nasional ya kalimatnya ngalir saja dan harus siap. Tapi, tidak kemudian saya menghabiskan energi untuk itu. Kita berjalan biasa saja kemudian energinya terbangun sembari saya fokus sebagai gubernur Jabar,” tegas dia.

Menurut dia, memimpin Jawa Barat merupakan suatu amanah dan tanggung jawab. Dia tidak ingin kinerjanya di Jabar diabaikan dengan hal-hal pencapresan.

Disinggung ada resolusi pencapresan, Aher malu-malu menjawabnya. Dia berkilah, jika pencapresannya lebih maslahat serta kemungkinannya ada, jawabannya siapapun harus siap berkontribusi untuk negara.

“Saya kira harus siap karena ini urusannya adalah kapasitas kalau kapasitasnya ada bisa berkontribusi lagi. Siapapun yang punya kapasitas pasti punya achievement untuk negara baik dalam konteks Jabar ataupun nasional,” kata dia. (r21)

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: