Pemprov Desak PT Kahatex Bongkar Bangunan di Sempadan Sungai

(SJO, BANDUNG) – Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan membongkar bangunan milik pabrik PT Kahatex di Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, karena telah menutupi sempadan sungai. Pembongkaran merupakan tindaklajut surat dari Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) RI.

Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar (Demiz) mengatakan, Pemprov Jabar mendesak pihak PT Kahatex agar bangunan yang menutupi sempadan sungai untuk segera dibongkar.

Menurut Wagub, sesuai instruksi dan izin dari Kementrian PU RI, agar bangunan yang dibuat tepat di atas sungai tersebut harus dibongkar. Apalagi setiap kali terjadi hujan, jalur Cileunyi- Nagreg tersebut sering banjir, bahkan mencapai 1 meter lebih.

“Surat dari Kementerian PU sudah disampaikan kepada manajemen PT. Kahatex, untuk membongkar sendiri bangunan yang melanggar sempadan sungai karena sudah jelas melanggar hukum,” kata Deddy Mizwar kepada wartawan di Gedung Sate- Bandung, Selasa (06/05/2014).

Dalam rangka menindak lanjuti surat Kementerin PU, Wagub Demiz melakukan rapat koordinasi dengan OPD terkait seperti PSDA, BPLHD dan Satpol. Tujuan, rakor dilakukan agar pembongkaran berjalan lancar dan sampai sejauh ini kini sudah meminta pihak manajemen PT. Kahatex untuk melakukan pembongkaran sendiri.

Berdasarkan laporan Staf, bahwa setelah dikoordinasikan dengan Kahatex, akhirnya manajemen Kahatex dapat memahami dan bersedia melakukan pembongkaran sendiri. Sehingga kita tidak harus mengeluarkan keringat berlebih untuk membongkar bangunan Kahatex.

“Namun, secara teknis pembongkarannya masih perlu dibicarakan, terutama dengan PSDA Jabar. Karena cara bongkarnya harus hati-hati jangan sampai malah jadi hambatan, karena (bangunan) itu beton,” tutur Demiz.

Demiz, telah meminta pihak Dinas Satpol PP Jabar untuk melakukan pengawasan dan pendampingi selama proses pembongkaran nanti, pintanya. ”Kita sangat serius mengatasi ini. Yang jelas ini tidak ada langkah mundur, kecuali maju dan maju. Itu harus dibongkar,” tegas Demiz.

Lebih lanjut Demiz mengatakan, Pemprov Jabar juga akan mengatasi masalah limbah serta kejahatan di bidang lingkungan. Karena kejahatan lingkungan sudah tidak bisa lagi ditoleransi.

“Kerusakan lingkungan di Jabar ini sudah sangat parah. Karena industri juga tinggi, kalau bicara Citarum lestari, mustahil tanpa ada penertiban masalah lingkungan terkait limbah industri,” katanya.

Terkait masalah lingkungan, Wagub meminta masyarakat untuk dapat berperan serta dalam membantu pemerintah mengatasi pencemaran lingkungan dari industri.

“Masyarakat harus ikut mengawasi dan memberikan informasi ke kita. Saat ini ada beberapa daerah yang menjadi sorotan kita yaitu wilayah Kabupaten Bandung, KBB, Cimahi dan Sumedang,” kata Wagub. (tim)

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: