Jokowi Bisa Kalah Bila Salah Pilih Pendamping

(SJO, JAKARTA) — Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) melakukan simulasi terkait nama-nama capres dan cawapres pada Pilpres 2014. Hasilnya, Prabowo bisa mengalahkan Jokowi jika Gubernur DKI Jakarta itu salah dalam memilih pasangan dan salah strategi kampanye.

Survei dilakukan SMRC pada 20-24 April 2014 dengan metodologi random sampling. Jumlah sampel awal 2040n namun yang valid dianalisis hanya 2015. Berdasarkan jumlah sampel tersebut, diperkirakan margin of error sebesar 2,2 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Survei ini didanai pihak ketiga, namun SMRC enggan menyebutkan namanya.

Menurut peneliti SMRC Sirojudin Abbas, posisi Jokowi belum aman jika melihat tren elektabilitasnya yang cenderung turun sepanjang 2014.

“Kalau dilihat trennya, Jokowi cenderung melemah dan Prabowo menguat. Dua bulan ke depan Jokowi bisa dikalahkan Prabowo bila salah dalam memilih pasangan dan bila kalah dalam strategi kampanye,” kata Sirojudin Abbas saat memaparkan hasil survei di Jakarta, Minggu (4/5/2014).

Mengenai bakal cawapres, hasil survei SMRC menunjukkan bahwa mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, dan Menteri BUMN Dahlan Iskan bisa membuka peluang lebih baik bagi Jokowi untuk mengalahkan Prabowo.

Sementara tokoh lainnya yang disebut-sebut sebagai bakal calon wakil presiden, yakni Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama disebut kurang kuat efeknya dalam meningkatkan elektabilitas Jokowi. Tokoh lainnya, mantan KSAD Ryamizard Ryacudu malah dinilai menurunkan elektabilitas Jokowi. (R21)

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: