Gede Pasek Pertanyakan Pencopotan Dirinya

(SJO, JAKARTA) – Gede Pasek Suardika masih heran dengan dicopotnya dia sebagai anggota DPR oleh Partai Demokrat. Alasan melanggar Pakta Integritas partai, dianggap alasan belaka.

Pasek melalui akun twitter pribadinya, menuliskan kejanggalan-kejanggalan yang dia alami. Sebab, kalau dianggap melanggar, point mana yang dilanggar. Bahkan, Pasek yakin dirinya lebih berintegritas dibanding Syarief Hasan dan putra Presiden SBY Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas.

“Kalau dianggap melawan Pakta Integritas, saya yakin saya lebih berintegritas dengan Syarief Hasan atau Ibas. Bukan untuk menyombongkan diri, tapi ini, Fakta. Kita Cek Sederhana saja: Pakta Integritas itu larangan untuk 3 hal, yaitu tidak KKN (Korupsi Kolusi Nepotisme).Mari kita cek..,” tulis Gede Pasek dalam akun twitternya @G_paseksuardika: 22

Pasek juga mengajak untuk membandingkan mana yang lebih bersih dari korupsi. Apakah dia atau Syarief dan Ibas. “Korupsi: sampai saat ini sy clear soal kasus2 korupsi. Bgmn dg Syarief Hasan. Terlibat atau tdk kita tdk tahu,” ucapnya.

Pasek kemudian menyebutkan sejumlah kasus yang diduga melibatkan Syarief Hasan salah satunya soal Diklat dan pengadaan lift di kemenkop.Surat keputusan mem-PAW dia dari DPR adalah Syarief dan Ibas selaku Ketua Harian DPP dan Sekjen DPP. Kalau alasan melanggar Pakta Integritas, Pasek menilai Ibas lebih melanggar lagi.

“Penandatangan kedua adalah Edhie Baskoro/Ibas. Terbukti atau tdk yg pasti namanya disebut di sidang o/ Deviardi dan Yulianis di 2 kasus”,” katanya.

Terkait kolusi atau mengangkat keluarga sendiri. Mantan Ketua Komisi III DPR ini melihat Syarief Hasan lebih nepotisme lagi. Karena diposisi caleg DPR, dia dan istri berada dinomor urut pertama.

“Soal Kolusi: saya sampai sekarang masih clear, tapi denga adanya Kolusi bapak-anak, ipar di kemenkop sudah jelas terasa baunya. Lalu Nepotisme. Syarief Hasan denga istrinya nomor urut 1 di Jabar, sementara kalau Ibas, saya kira untuk keluarga Cikeas wajarlah banyak. Sementara saya istri maju ke DPRD Bali dari Denpasar, saya akhirnya mengalah ke DPD RI sehingga tidak ada nepotisme. Dengan fakta itu, makin jelas siapa yang lebih melanggar,” jelas Pasek.

Dia heran dengan keputusan DPP ini. Pasek mengaku tidak mempersoalkan jabatan. Tapi dengan cara ini, tidak bisa dibiarkan. Apalagi, alasan politis DPP Demokrat adalah karena kedekatannya dengan Anas Urbaningrum.

“@G_paseksuardika: 30 Pakta Integritas. Mereka yg melanggar kok saya yg dihukum? Kalau soal dekat dg Anas, itu hak pribadi saya merawat persahabatan. Masak..,”

“@G_paseksuardika: 31. Mereka tdk cocok sy hrs dicokok hidungnya utk ikut.Mereka musuhan kok saya diajak ikut memusuhi tanpa alasan.,” kata Pasek. (red)

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: