32 Pengungsi Menggunakan CN 295 TNI AU Menuju Palu

BALIKPAPAN Satuan Tugas Udara (Satgasud) melalui unsur Pangkalan Udara Dhomber, Balikpapan dengan  menggunakan pesawat TNI Angkatan Udara jenis CN 295 mengangkut 23  pengungsi palu sejak tanggal  30 september lalu.

Keputusan diambil para pengungsi untuk kembali kepaluini adalah karena mendapat informasi dari keluarga mereka yang bertahan dipalu bahwa kondisi palu udah mulai normal kembali terutama informasi tentang akan kembalinya gempa susulan.

Dari pengakuan para seluruh pengungsi yang kembali baik laki-laki dan wanita selama dalam pengungsian, mereka mendapat perlakuan yang sangat baik karena semua sudah disiapkan oleh unsur satuan Pangkalan Udara TNI AU Dhomber.

Menurut pengakuan salah seorang ibu yang tinggal di Jalan Lasoso, Desa Lalu, Palu. Ibu Ashani (68) selama dalam pengungsian kita dilayani oleh ibu-ibu dan bapak-bapak tentara dan polisi, tidak pernah susah dengan makan minum.

Saya  berada di Balikpapan ini mendatangi keluarga sekaligus memberikan informasi kepada mereka, karena informasi yang diperoleh keluarga saya yang ada dibalikpapan saya telah wafat dengan warga masyarakat lainnya yang saat bencana sunami datang, turnya.

Kepulangan untuk kembali ke Palu juga karena informasi dari sanak keluarga yang masih ada di Palu bahwa sudah mulai membaik dan berjalan normal, bahwa gempa dan sunami tidak akan kembali terjadi, makanya saya bersama warga lainnya mau kembali. Ungkapnya.

Kami juga menyampaikan terima kasih kepada bapak-bapak pilot yang telah bersedia telah membawa kami saat keluar dari palu sampai kami akan kembali lagi kepalu, dan terima kasih juga kepada bapak-bapak tentra dan polisi yang telah memperhatikan kami selama dipengungsian siang, malam melayani kami makan, menyiapkan wc, air dan kami bisa tenang selama dipengungsian. Lanjut Ibu Ashani (68).

Sementara Komandan Satgasud Marsekal Pertama TNI Eko Dono menyampaikan, kita selaku satuan yang telah dipercayakan oleh pemerintah dalam menangani serta memberikan Bantuan Sosial Gempa di Sulawesi Tengah dan Barat, tidak ada kata lain selain memberikan pelayanan bagi masyarakat.

Tugas kami selaku penerima mandat dalam melaksanakan tugas ini selain mengirimkan bantuan juga, juga melayani dan  mendata masyarakat  baik yang akan kembali ke Palu maupun bagi masyarakat yang akan keluar dari palu berdasarkan tujuan mereka, Tambahnya.

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: